Archive for September, 2005
Sudut lain
Bagi penggemar Harry Potter semua pasti ingat di volume ke 3 Hermione memutuskan untuk mengambil mata pelajaran Muggle's study. Pelajaran tentang kehidupan para non-penyihir. Ketika Ron mengingatkan 'tidak perlunya' Hermione yang nota-bene lahir dan berasal dari keluarga bukan penyihir untuk belajar tentang kehidupan mereka (wong itu adalah kehidupan dia sehari-hari bersama keluarganya) Hermione dengan sewotnya [...]
Read Full Post | Make a Comment ( 3 so far )Belum lupa
Lupa mungkin menunjukkan batasan manusia, namun tak jarang juga menandakan lapangnya hati.
Lupakanlah untuk melepaskan.
Selamat ulang tahun.*
Saya belum lupa. Mungkin nanti.
*To health and happiness, cheers.
So tell me about yourself…
Duh..kenapa sih setiap interview kerja selalu ditanya..so tell me about yourself. Gimana mau jawabnya coba? Nggak enak rasanya memuji-muji diri sendiri di depan orang lain.
Di sinilah bedanya budaya barat dan timur. Mereka yang berbudaya barat, saya lihat lebih gampang untuk menceritakan kelebihan mereka (walaupun terkadang sering hiperbola) dibandingkan orang timur yang selalu diajarkan untuk tidak [...]
Manfaat kopi
Kopi tidak hanya berguna untuk 'membangunkan' kita di pagi hari atau mengganjel mata waktu kita masih harus ngendon di kantor sore-sore. Ada dua fungsi kopi yang sudah saya buktikan sendiri.
Pertama, ampas kopi bermanfaat sebagai pupuk tanaman pot. Jadi untuk yang sering minum kopi (bukan nescafe yang non-ampas), ampas kopi jangan dibuang. Ampas kopi tinggal ditaburkan [...]
Excellent
This is what I call an excellent analyse in a compilation of good moves. Check out onegoodmove.
Read Full Post | Make a Comment ( 2 so far )Passport: melancarkan atau menghambat?
Kalau diterjemahkan secara literal passport itu artinya kartu ijin untuk melewati pelabuhan (untuk jaman modern ini lebih mengacu ke perbatasan). Ya semacam kartu pass, mirip-mirip dengan ID card yang musti digesek ke pengaman pintu kantor super rahasia.
Tapi setelah beberapa tahun memiliki paspor saya bukannya merasa punya kartu pass, malah kartu penghambat. Sepertinya paspor hijau berhiaskan [...]
Jahat ih…
Sampai sekarang saya belum pernah tuh yang namanya falling in love at the first sight, jatuh cinta (sampai tergila-gila) pada pandangan pertama.
Herannya saya malah sering banget hate at the first sight, langsung benci setengah mati sama seseorang pada pandangan pertama. Susahnya, rasa benci ini jarang hilang dan menjadi patokan waktu berinteraksi sama orang tersebut. Bawaannya [...]
Pertanyaan…
Kalau sekolah Kristen menerima murid yang beragama lain, apakah sekolah Islam di Indonesia juga menerima murid yang berkeyakinan berbeda? (serius saya nggak tahu)
Kenapa TK atau SD Islam mengharuskan anak perempuan untuk berjilbab sebagai bagian seragam sekolahnya? Apakah kepolosan masa kecil harus sudah dimasukkan ke kotak 'us' and 'others'?
Pertanyaan yang muncul setelah menengok blog tentang suatu [...]
La Terre Vue Du Ciel
Pernah membayangkan bagaimana rasanya melihat bumi dari langit? Buku yang berjudul "La terre vue du ciel" menampilkan kompilasi photo-photo pemandangan yang diambil dari 'atas'.
Kota Jenewa bersama dengan photographer poto-poto di dalam buku tersebut menyelenggarakan pameran yang menampilkan berbagai pemandangan menakjubkan yang diabadikan dari langit. Pameran ini gratis untuk umum dan diadakan di sebuah taman utama [...]
Cow parade
Pemerintah kota Jenewa beberapa bulan yang lalu mewujudkan program penyebaran patung sapi di dalam kota. Berbagai sudut kota pun dihiasi oleh patung sapi dengan berbagai gaya. Sungguh menarik dan penuh warna, para turis pun sibuk mengabadikan berbagai sapi cantik Jenewa.
"Potonya mana dong?"
Iya, iya, akhir pekan ini saya akan berusaha memotret para sapi tersebut. Takut kalau [...]
« Previous Entries