Archive for August, 2006
Masih tentang surat menyurat
Berhubung ada pesan positif tentang tips menulis surat dalam bahasa Inggris, saya ingin menyambung tulisan saya tentang menulis surat pendek dan formal dalam bahasa Inggris. Kali ini saya mau memberikan sedikit tips tentang bagaimana membalas surat dalam bahasa Inggris.
Seperti yang sering saya ‘keluhkan’, salah satu tugas utama saya dalam pekerjaan adalah koresponden, dalam bahasa Inggris [...]
Sterilisasi: kejam atau mencegah kekejaman?
Minggu kemarin, teman saya Jennifer menyapa saya dengan wajah penuh kemelut. Ternyata kucingnya, Bidon, hamil! Biasanya si Bidon dikasih pil KB sebelum musim kawinnya kucing, tapi kali ini Jen lengah dan akhirnya terjadilah ‘kecelakaan’ itu. Haduh…saya yang mendengarnya turut berduka.
Kok berduka? Kok kecelakaan? Bukannya harus disyukuri kalau bakal dapat anak kucing yang lucu?
Berduka dong, karena [...]
Ambition equals wealth?
Ambition equals wealth is one perception that is shared by most of Indonesians, according to me, still an Indonesian. Being a developing nation and suffered from a contradictory hate-and-love relationship with the West due to the past colonialism, Indonesian society gives enormous significant to appearance, which most of the time linked to money or material [...]
Read Full Post | Make a Comment ( 5 so far )Genjot, potret, dan merenung (2)
Pertengahan kedua dari rute Slow Up ternyata melewati daerah pertanian dan peternakan. Walaupun sama-sama hijau, ladang di sini berbeda sekali dengan di Indonesia. Tidak cuma jenis tanamannya yang berbeda, tapi juga organisasi ladang. Di sini ladangnya benar-benar rapi jali, selalu berbentuk segi empat dan entah kenapa terlihat jauh lebih bersih dari ladang nenek di kampung. [...]
Read Full Post | Make a Comment ( 3 so far )Genjot, potret, dan merenung (1)
Minggu tanggal 6 Agustus, akhirnya saya memberanikan diri untuk ikutan acara Slow Up, yang merupakan bagian dari acara pesta kota Jenewa tahun ini. Inti dari acara Slow Up ini adalah untuk memenangkan para pejalan kaki, penggenjot sepeda, peluncur sepatu roda, dan siapa pun yang memakai jalan tanpa menggunakan motor bantuan. Jadilah, sebagian jalan kota ditutup [...]
Read Full Post | Make a Comment ( 4 so far )Kesopanan: tameng rasisme
Banyak teman dan keluarga saya di Indonesia yang sangat kuatir akan masalah rasisme ketika saya memutuskan untuk tinggal di negeri orang. Biasa, mereka sudah termakan berbagai bahasan media tentang masyarakat Eropa (kulit putih) yang kadang kurang obyektif atau berat sebelah. Atau sudah menelan bulat-bulat “apa kata orang”.
Setiap saya pulang, saya pun ditodong bertubi-tubi untuk cerita [...]
Pipit = serius = membosankan
“Pit, kok blog eloe kayak kuliah sih? Serius amat! Nggak berubah nih, pelajaran melulu.” Begitu komentar singkat salah satu teman baik saya sewaktu akhirnya berhasil saya paksa membaca tulisan saya.
Saya yang dikomentarin cuma bisa merenung dan menghela napas.
Lagi jalan-jalan ngalor ngidul sambil jelalatan melihat-lihat etalase toko yang dipenuhi dengan tulisan “Soldes” (diskon, red), teman Philipina [...]