Sampah dan daur ulang

Posted on April 10, 2005. Filed under: Sehari-hari - daily |

Kalau di Indonesia daur ulang baru menjadi trend kira2 beberapa tahun yang lalu, di Swiss daur ulang sudah menjadi gaya hidup. Sebagai negara kecil yang mempunyai sumber energi dan alam yang terbatas, Swiss berusaha untuk menghemat sumber tersebut. Semua serba dihemat, air, kayu, kertas, kain, botol plastik, kaleng, gelas, sampe sampah biologis. Yang namanya tong sampah di sini macem2 bentuk dan warnanya. Banyak tong sampah yang dikhususkan untuk satu jenis sampah saja.

Ngomong2 tentang sampah, Swiss bersih banget!! Gimana nggak bersih, tiap 100 meter ada tong sampah. Tiap pagi ada mobil warna orange (di Jenewa, di kota laen mobilnya laen warnanya) yang ngumpulin sampah dari tong2 sampah di pinggir jalan. Terlebih lagi, beberapa hari sekali, banyak mobil sapu (truk kecil yang ada sapunya buat bersihin jalan atau trotoar) berkeliaran di jalan. Bayangin aja, jalan mobil aja disapu, jadi yang namanya jalan itu jarang banget ada sampah bertebaran. Trotoar juga dibersihin, pake mobil sapu mini (nyokap gue yang clean freak pasti seneng banget kalo dikasih satu..), dan kadang disemprot aer, buat ngebersihin debu yang bandel nempel di sela2 trotoar. Tempat nunggu bus juga dipoles, 2 minggu sekali. Kalau petugas kebersihan udah dateng seru deh. Mereka efisien banget. Maximal 10 menit, halte bis langsung mengkilap, setelah digosok dengan sabun dan disemprot aer. Cuman ya itu, musti hati2 kalo pas kebetulan lagi nunggu bis.

Kadang gue suka ngayal, gimana ya kalo di Indonesia juga diterapin sistem yang sama. Alangkah indahnya. Nggak perlu punya tim kebersihan dan jadwal kayak di sini, paling enggak di pinggir jalan, tong sampah disediakan lebih banyak. Tidak hanya di depan kantor pemerintah atau mall aja. Gue rasa kalo tong sampah banyak, orang pun akan lebih terdorong untuk membuang sampah pada tempatnya.

Gue masih inget dulu di Bandung dijulukin agen petugas kebersihan sama temen2 gue. Abisnya gue langsung ngamuk (beneran ngamuk) kalo ngeliat temen gue ada yang buang sampah sembarang. Gue bakalan ngoceh ampe temen gue mungut sampah yang dibuangnya itu dan nyari tong sampah. Dan sering banget gue berantem ama temen2 gue yang mau buang plastik bekas makanan di dalam angkot, atau ke jalanan dari dalam mobil. Jawaban mereka satu, “…duile pit, eloe segitunya, yang buang sampah kan banyak. Satu plastik lagi nggak akan bikin banyak perbedaan.” Pemikiran seperti inilah yang bikin kota2 di Indonesia penuh dengan sampah. Tiap orang berpikir, ah..cuman kecil ini..tapi kalo 100 orang berpikir seperti itu, jadi ada 100 sampah yang bertebaran!! Berhubung gue tetep ngotot, akhirnya temen2 gue jadi punya kebiasaan nggak buang sampah sembarangan kalo lagi jalan ama gue, atau harus menanggung malu dicelotehin ama gue sepanjang jalan.

Jadi kebanyang dong gimana bahagianya gue bisa tinggal di negara yang bener2 memperhatikan masalah sampah dan kebersihan. (Coba deh baca Asterix di Swiss, di sana orang Swiss digambarkan sebagai maniak kebersihan. Stereo type, tapi ada benernya, kebersihan di Swiss beda sekali dengan Perancis ato Italia, negara tetangganya)

Kembali ke daur ulang, sekarang banyak daerah di Jenewa yang memperketat hukum daur ulang. (Yup..ada hukumnya, dan denda kalo melanggar. Hati2, di sini denda jumlahnya bisa bikin dongkol sebulan penuh) Sekarang di beberapa daerah sudah membangun tempat sampah khusus untuk sampah rumah tangga, kaleng, kertas, dan sampah biologis. Setiap rumah tangga harus memisahkan sampah mereka sebelum dibuang ke tempat sampah. Dan kalau ada yang ketahuan tidak memisahkan sampah sebagaimana mustinya, langsung didenda.

Di daerah tempat tinggal gue belom diperketat seperti itu, tapi kita udah dianjurkan untuk memisahkan sampah biologis. Pemerintah melakukan kampanye dengan membagi2kan secara gratis tempat sampah biologis (warnanya hijau dengan gambar landak, lambang sampah biologis), terus di samping tempat pengumpulan sampah ditaruh tong sampah khusus warna hijau. Gue seneng banget pas dapet intruksi dan tong sampah gratis, udah lama sih niatnya, cuman lupa mulu. Tapi rada repot juga, soalnya sekarang tiap mau buang sampah musti mikir2 ini termasuk sampah biologis atau bukan?

Kalo kertas sih memang sudah dipisahkan dari dulu, dan seminggu sekali akan ada mobil truk khusus untuk sampah kertas yang bakal ngangkut. Daur ulang kertas sudah cukup mendarah daging di negara ini. Karena mereka nggak punya hutan yang bisa memasok pabrik kertas (hutan yang ada semuanya dilindungi, bahkan pohon2 di taman kota aja dilindungi, kalo mau ditebang harus ambil suara masyarakat dulu), jadi ya musti daur ulang. Kantor pemerintah dan badan pendidikan diwajibkan untuk menggunakan kertas daur ulang untuk setiap kebutuhan. Dari kertas buat print out, note book, sampe amplop. Dan harga kertas daur ulang pun jauh lebih murah dari kertas yang diproduksi dari pohon. (Kebalikan dari Indonesia dimana pohon di hutan sudah digunduli dan pabrik kayu dan kertas disubsidi besar2an. Subsidi inilah yang menjadi pendorong penebangan hutan di Indonesia dan membuat hutan di Indonesia sebagai salah satu hutan yang terancam di dunia. I can talk a lot about this, I have been studying deforestation problem in Indonesia for four years now. But I better leave the academic talk behind)

Tahun ini ada peraturan baru untuk daur ulang alat2 elektronik. Semenjak Januari, seluruh toko yang menjual alat elektronik harus menerima alat elektronik yang sudah tidak dipakai lagi untuk kemudian didaur ulang, terlepas dari apakah alat tersebut dibeli dari toko yang bersangkutan atau tidak. Kebijakan yang sangat menguntungkan masyarakat dan pemerintah. Kewajiban mendaur ulang alat elektronik, dilimpahkan kepada kelompok bisnis. Alat elektronik tidak akan menggunung menjadi tumpukan sampah, dan pemerintah tidak perlu bingung membuat tempat penampungan sampah. Masyarakat bisnis juga tidak bisa mengeluh, karena di setiap harga penjualan alat elektronik telah disertakan pajak daur ulang.

Ternyata kekurangan sumber daya alam telah membentuk masyarakat Swiss untuk lebih berhemat dan menghargai lingkungan. Sayang Indonesia masih tidak sadar betapa pentingnya pemeliharaan sumber daya alam. Indonesia terus terang jauh lebih kaya daripada Swiss, apa sih yang nggak ada di Indonesia? Tapi karena berlimpahnya sumber daya tersebut, pemerintah jadi tidak punya alasan untuk berhemat. Penghematan sumber daya alam melalui technology upgrading memang mahal, tapi untuk jangka panjang akan memungkinkan penghematan yang sangat berharga.

Kapan ya pemerintah Indonesia mulai memikirkan lingkungan hidup dan mulai berhemat, waktu hutan semua sudah gundul? Waktu binatang dan biomas yang hidup di hutan sudah punah? Waktu seluruh sungai sudah terpolusi dan mata air sudah tercemar? Atau waktu padang rumput sudah menjadi gurun dan pepohonan menjadi barang langka?

Kapan ya masyarakat Indonesia akan sadar pentingnya membuang sampah pada tempatnya? Waktu semua sungai sudah ditutupi sampah? Waktu got menggenang dan banjir menjadi kenyataan hidup sehari2? Waktu jalanan sudah dihiasi dengan sampah dan jalan di trotoar sudah harus pake sepatu bot? Atau waktu seluruh pulau sudah tertutup sampah?

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

30 Responses to “Sampah dan daur ulang”

RSS Feed for Another try Comments RSS Feed

Wah wah asik nih ada sumber bacaan2 segar🙂

Soal sampah gua inget, dulu elo pernah nyubit gua gara2 buang bungkus permen gitu lohhh.. duileehh it’s only a tiny little plastic.. tapi lesson taken pit soalnya sumpah cubitan elo pedess hehehe..

Ternyata kita berpikiran sama yah! Bahkan kelakuan kita sama, biasa jengkel liat dan marahin orang yang buang sampah sembarangan. Sampai-sampai saya buat proposal ke pemda untuk menerapkan sistem daur ulang sampah yang diterapkan dinegara-negara lain cuman belum dimasukkan sih😦. Mungkin kita bisa join?

Soal sampah ternyata beda pemikirannya di tiap negara. Tolong dong info ttg pembuatan pupuk organik atau media tanam dari limbah dapur. Ma kacih banget deh

Untuk abah, saya ada beberapa link internet yang mungkin bisa berguna:

http://www.wvu.edu/~agexten/ageng/resource/utiliow.htm
http://www.compostireland.ie/docs/quality_wastederived_compost160104.pdf

Kalau mau mendapatkan informasi yang lebih banyak, silahkan lihat di google, http://www.google.com

Kata kuncinya organic waste + compost. Link saya beri hanyalah dua dari puluhan link yang disediakan oleh google sewaktu saya memasukkan kata kunci di atas. Sayangnya semua link memberikan informasi dalam bahasa Inggris.

Semoga bermanfaat.

Terima kasih banyak for your direct reply. Masalahnya di tempat tongkrongan gw kumuh sekali gitu. Boleh khan orang kayak saya ikut mikirin lingkungannya gak usah nunggu perintah pak lurah. Jadi ada limbah pabrik tahu yang saya pikir bisa diolah jadi nata de soya. Atawa limbah dapur yang bisa jadi media tanam buwat bumbu dapur macem bawang ataw cabe cengek. Katanya ada program Indonesia sehat 2010, gw jadi pengen ngerti juga biar bisa ikutan

Setuju sekali dengan Abah, setiap orang memang sudah selayaknya perduli sama lingkungan sekitar. Tadi iseng-iseng liat di internet dan ketemu link lain yang mungkin bisa berguna:

http://www.terranet.or.id/

Saya rasa Abah bisa kontak mereka (kantornya di Jakarta) secara langsung dan minta informasi tentang pengelolaan limbah organis yang lebih lengkap.🙂

Seneng bgt trnyt msh ada yg concern sama kelakuan org2 jorox di negara ini, YOU GO GIRL!!Ayo temen2 kita jaga negara ini, mulai dari diri sendiri, dari hal yang kecil seperti jangan buang plastik permen sembarangan.Be clean, INDONESIAN YOUTH!!

wah…gue setuju banget ama “jangan buang dimana aja”..kayaknya gue juga termasuk “Agen Federal Kebersihan Indonesia” nih..,di daerah gue pernah mo diadain tukang sampah…eh pas ditagih uang untuk bayar sampah per bulan..pada gak bayar…alasannya gak ada uang..padahal buat jajan rokok ama anaknya pada mampu tuh..payah…
Gue sekarang mulai beli2 sampah plastik dari orang2 ama pabrik..Gelas air mineral, kantong plastik Dll pokonya yang berbau plastik…
gue pengen dunia ini bersih dari limbah plastik!!!!!!Hidup Persib!!!

sampah..oh..sampah..
mudah”an orang” yang ga btanggungJWB ma sampah jadi nyadar, ga NGABALA dimana wae,,apalgi daerah kircon tuh..bauuuu

sampah..oh..sampah..
mudah”an orang” yang ga btanggungJWB ma sampah jadi nyadar, ga NGABALA dimana wae,,apalgi daerah kircon tuh..bauuuu

Wah keren sekali, gimana g kita mulai dari kita sendiri untuk peduli terhadap lingkungan, seperti bikin pabrik daur ulang kertas sendiri. daripada nungguin pemerintah yang sama sekali tidak peduli dengan lingkungan. lagipula kalau tunggu pemerintah paling-paling duit nya dibuat korupsi

It’s nice…,tolong dong kasih info tentang proses daur ulang plastik yang bisa dilakukan secara home industry. thanks.

di sekolah gue ada program pengolahan sampah plastik, sialnya gue adalah orang yang bertanggung jawab akan keberlangsungan program itu. tapi sampai sekarang gue belom ada ide mau diapain bungkus permen, plastik kresek, dan berbagai macam limbah plastik lainnya yang jumlahnya melimpah di lingkungan sekolah gue. jadi saya mohon dengan sangat, kira2 ada yang punya ide ga?

masyarakat indonesia sudah mempunyai kebiasaan turn temurun dengan membuang sampah semabrang…
tidakm hanya anak kecil tapi ortu, bahkan gur2 mereka yang seharusnya memberikan pelajaran yang baik tapi memberikan contoh dgn buang sampah dgn sembarangan… dan saya pernah melihat pembina pramuka membuang sampah sembarangan sedangkan ditempat yang sama ada kegiatan bersih2 sampah oleh sekelompok pencinta alam.. tapi mereka membuang sampah dihadapan orang yang lagi memungut sampah..
gimana mau berubah ?? guru2 mereka aja seperti itu???

huuuaa . hhhiiihiii . **

kereenns euuyy .

sampah jadii barang yang lebiiih berguna lagii .]

lagii pula jadii gak bau gtu ,

hhhiihi🙂

yaudahlaahhh .

bikiin penemuuan bgaru lagii iiahh . x)

congruuddhh**

.must.

Daur ulang sampah cara yang bagus untuk
mereduksi sampah. Ane setuju dengan daur ulang
sampah (Mirza Ahmed,ST alumni STTL Jogja)

Kebersihan adalah sebagian dari iman loh..
mari kite budayakan hidup bersih

Yupphh!!! Btul skali itu!! Saya salut!!

sssst….ssst…ngomong2 masalah sampah, gue dapat ide buat mengolah sampah yang banyak diindonesia. bayangin aja, setiap orang per hari menghasilkan sampah kurang lebih 10Kg, dan rakyat Indonesia diperkirakan ada 230juta orang, kebayangkan, samapah rakyat indonesai kalo ditumpuk bisa bikin gunung yg tingginya mengalahkan gunung himalaya. rencana gue seh sederhana, menyadarkan masyarakat sekitar gue untuk memilah sampah sesuai dgn jenisnya dan menjualnya, tau ga lo bro, di bandung neh, perusahaan pembuat pupuk organik kesulitan nyari bahan baku, karena tingginya permintaan, gua rasa seh klo pembuangan sampahnya terkordinir, pasti permintaan sampah organik bisa terpenuhi. gue berencana buat menyadarkan masyarakat untuk memilah dan pedulu terhadap lingkungan sekitarnya, lingkungan bersih dan gue dapat duit heheheheheheheh

Wah, dapat inspirasi nih. Sekarang kan banyak orang sedang hobi menanam tanaman hias. Nah, permintaan terhadap kompos jadi naik tuh. Sampah biologis kan bisa dikomposin, jadi ayo kita bikin kompos rame-rame.
Thanks for share.

wah Q salut banget ma km, selain bisa nerapin buat diri kamu sendiri km juga bs ngajak temen2 mu biar g buang sampah sembarangan.
lagipula untuk masalah sampah kita g harus slalu mengandalkan pemerintah terus(kasian donk), tapi juga butuh partisipasi dari masyarakat luas.
nah pertanyannya sekarang adalah gimana cara paling efektif dan efisien tuk ngajak orang2 biar g buang sampah sembarangan, tapi kita juga g berkesan menggurui

wah qM thu oarng yang peduli lingkugan bgt yaw….
eh,gimana kok biza yak gitu thu gmn????
oh yaw yang pinter banget nulis aku ajari dung ki5rim email yaw ke girl_cute_911@yahoo.co.id ok tak tunggu

info ini Berharga banget bagi saya.

Saran saya di sekolah – sekolah harus ada organi
sasi yang mengurus masalah sampah sekolah, atau mem
buat lomba antar kelas.Di sekolah saya sudah turut berpartisipasi dalam lomba antar sekolah. Waduh
komentar atau pamer nich. HIJAULAH INDONESIAKU.

gimana cara cari invest yg mau bangun pabrik daur ulang biar sampah ga beserakan

duhh
bener banget tuch..
moga adja selesai qta ngbaca ne kita semua sadar akan penting nya peduli lingkungan,
sekarang adja aq lagi ngerasa efek samping dari keteledoran kita,
skrg bulan april 2009 disekiar rumah qu dikelilingi air gara2 banjir,,
come on keep our environment Live!!!!

limbah yang bisa dimanfaatin apa aja siih ?

kl ingin jelas hub no tlp;085286808735

gw setuju banget dgn tulisan ini. mmg udah saat
nya kita memikirkan sampah yang menjadi penyebab
b masalah sosial di negeri tercinta ini. saya
sekarang masih kuliah, dan saya berencana
setelah lulus nanti dapat terjun ke usaha pengolahan
sampah, karena menurut saya selain mengurangi
dampak kerusakan lingkungan, pengelolaan sampah
juga memiliki nilai ekonomis tinggi. Jika tidak merepotkan, saya mengharapkan informasi lebih banyak tentang
pengelolaan sampah dari Anda. thx

saya interest sekali dengan pengolahan sampah ini…untuk info lengkapnya dmn ya?

Semua itu dapat berjalan, tergantung dari individunya. Perubahan itu, harus ada yang memulai. Kita semua punya peran.
Yuk, mari kita mulai hal yang lebih bijak.
Mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil, mulai dari sekarang.


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: