Trace of life

Posted on June 6, 2005. Filed under: Komentar - Passing thoughts and opinions |

Kemarin saya mendengar satu kalimat yang sangat menyentuh. Dalam suatu liputan BBC tentang aliran lukisan impresionis, tentang pelukis Monet, sang reporter bilang (kurang lebih) : …looking outside from running train we can realize how fast life is. Sometimes it is too fast for us to enjoy it before it passed away. In his painting, Monet tries to capture the moment of his life.

Saya terhenyak mendengar kalimat ini. Benar sekali, saya membatin. Waktu itu berlalu dengan sangat cepat, terlalu cepat kadang, sehingga kita belum sempat menikmati momen tertentu dalam fase kehidupan kita sebelum momen tersebut menjadi bagian dari masa lalu. Kita kadang terlalu sibuk mengejar misi hidup, hidup untuk masa depan. Kita mengeluh, merasa hidup tidak seperti yang kita inginkan, karena kita menilai hidup berdasarkan impian kita. Seperti yang ibu mertua saya pernah bilang, ‘Pipit, don’t you think you ask too much of life?’ Mungkin benar, kadang saya terlalu keras terhadap diri saya sendiri, terlalu tinggi menetapkan standar hidup saya, dan terlalu banyak mengharapkan apa yang bisa saya lakukan dalam hidup. Saya tidak puas akan hidup saya karena saya tidak mencoba menikmati apa yang miliki saat ini, tapi sibuk melihat kekurangan dari apa yang bisa (dan harus) saya raih dalam hidup.

Tidak perhatiannya saya akan ‘masa sekarang’ membuat saya seperti nenek2. Saya sering sekali mengingat2 kembali masa lalu saya, masa waktu saya lebih muda, masa yang penuh dengan teman2 baik dan petualangan kami bersama. Saya jadi sering menyesal kenapa saya tidak ‘merekam’ dengan lebih baik saat2 ‘indah’ tersebut. Kenapa saya tidak mencoba untuk lebih menikmati keberadaan saya? Saya terus terang rindu akan masa lalu saya, kehidupan yang dulu sering saya anggap membosankan dan penuh dengan masalah, tapi sekarang bisa lebih saya hargai. Jadilah blog saya penuh dengan kilasan kehidupan saya, masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang.

Kalau Monet merekam hidupnya melalui lukisan, saya yang tidak berbakat seni sama sekali bisa memilih blog dan tulisan sebagai media. Mungkin rekaman saya agak kadaluarsa dan telah terusik oleh waktu, tapi paling tidak saya mulai menabung kenangan dan mulai belajar ‘to live the present’.

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

One Response to “Trace of life”

RSS Feed for Another try Comments RSS Feed

iya, mas pipit..
ini adalah gagasan yang patut disebarkan dengan gencar


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: