Nangis deh

Posted on August 9, 2005. Filed under: Pribadi - Personal |

Ditolak itu nggak enak ya rasanya? Kayaknya tahun ini adalah tahun penuh penolakan buat saya. Sudah berapa lamaran kerja atau magang yang saya kirimkan, jawaban yang saya terima selalu dipenuhi dengan kata 'unfortunately'.

Pagi ini juga sama, saya dapat email yang isinya juga bermuatan 'unfortunately'. Tapi entah kenapa sedihnya kok lain, lebih mendayu-dayu. Dari pagi mata ini sudah membendung air mata. Untung di kantor ada teman kerja, kalau enggak keyboard mungkin sudah tergenang air mata.

Ah..pekerjaan impian saya lepas lagi dari tangan. Memang sih waktu melamar saya sudah tidak terlalu optimis, tapi yang namanya impian kalau tidak kesampaian sakit sekali rasanya. It's such a perfect job!!

Umur saya sudah hampir kepala 3, sedangkan status saya tetap pelajar. Penolakan-penolakan yang saya terima makin membuat saya merasa kalau saya akan berakhir hanya menjadi istri dan ibu rumah tangga. Investasi saya kuliah selama 12 tahun pun rasanya akan sia-sia…

Ah sudahlah, lebih baik balik ke buku kuliah. Studying is the only thing that I know best. 😦

Saya sedih…

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

5 Responses to “Nangis deh”

RSS Feed for Another try Comments RSS Feed

ow..sorry to hear that. Hey…”la esperanza es la última que se pierde” – Harapan adalah hal terakhir yang terlepas, jadi jangan patah semangat, maju terus! mungkin majunya ga harus lurus, tp bisa liat2 alternatif lainnya…(just try to cheers you up).
Hopefully for the next letter you received, things will change. kalo lagi sedih gitu, nontonlah film2 perjuangan/patriotik (kalo aku loh)..biar terimbas semangatnya…

Terima kasih mbak. Iya deh entar bakal lebih sering lirik kanan kiri. Moga-moga aja nanti lamaran saya yang nggak akan ditolak terus.🙂

Kalau film perjuangan yang ada nanti malah gemes sama kebodohan manusia yang membuat mereka saling membunuh. Lebih baik nonton film kartun, ringan dan mengundang senyum.🙂

Gua narik napas dulu, hehhhh… jadi ikutan sedih, apalagi gua tahu banget dari dulu elo pengen kesana. Tapiiii.. jangan kecil hati pit, you know buah yang manis itu butuh waktu dan proses guna mencapai taraf kematangan sampai bisa dipetik hasilnya.

Juga PhD elo kan belum beres, soo ini hanyalah bagian dari proses elo menuju keberhasilan pit. Pelajaran yang bisa dipetik adalah, coba open dgn semua kemungkinan pit jadi elo gak terlalu bertumpu pada satu pencapaian.

Always here to support you my dear friend..

Hey, don’t give up yet girl .. Am sure there must be some places there that are so eager to have you. But why do you apply for internship, why not applying for a job. I mean, going to the office everyday and get paid. Should be even easier than applying as an intern.

Thank you all. It’s true that I should never give up after rehections. But for the moment I just feel awfully sad to miss opportunity to get my dream job.

Why did I apply for internship? I am a student, and I think having a full time job will force me to abandon my study. I cannot let myself to do that, can I? That’s why I prefer internship, where I can get job experience and continue my study at the same time.🙂


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: