Apa kata si kecil

Posted on August 10, 2005. Filed under: Komentar - Passing thoughts and opinions |

Pernah nonton acara kuis yang dibawakan oleh Hughes yang kalo enggak salah judulnya, Apa kata si kecil. Acara kuis ini adalah adaptasi kuis televisi lama berbahasa Inggris, yang judulnya sayang saya sudah lupa. Dulu pernah ditayangkan di AnTeve kalo enggak salah. (Ini kalimat banyak ragunya..maaf..maaf) Tapi ini bukan mau menulis tentang kuis tersebut atau mau kritik, enggak..cuma minjem namanya aja.

Begini, ceritanya beberapa hari yang lalu saya akhirnya bisa makan siang sama Xaf di restoran Italia kesukaan saya. Sambil makan Pizza Mamamia Moyenne yang digenangi minyak zaitun campur cabe, saya mendengarkan program radio yang dipilih sama pemilik restoran untuk mengisi kuping para pelanggannya. Biasanya saya nyuekin yang namanya siaran radio wong cuwas cuwisnya pake bahasa perancis, kuping saya biasanya langsung keriting. Tapi kali ini laen, soalnya ternyata yang ngomong kok anak kecil.

Jadi saya pun pasang kuping. Si penyiar radio melontarkan beberapa pertanyaan ke anak-anak kecil tersebut yang kemudian memberikan jawaban ala mereka, spontan tapi cerdas. Saya coba tampilkan tanya jawab tersebut, pake bahasa Indonesia aja ya, kemampuan menulis bahasa Perancis saya tidak patut untuk dibanggakan sama sekali. Yang ada entar malah bikin sakit mata bagi mereka yang mendalami bahasa romantis namun njelimet tersebut.

Penyiar: Kenapa ada negara miskin dan negara kaya?
Anak A: Negara kaya itu negara yang tidak sibuk berperang, jadi uangnya bisa untuk membikin jalan, membuat sekolahan, membangun rumah sakit, dan lain-lain (ini dll karena saya lupa yang dia sebutkan)
Anak B: Negara itu bisa kaya karena penduduknya sedikit, jadi tidak terlalu banyak yang harus diurusi dan dibiayai.

(duh..coba para pejabat di Indonesia bisa tersentuh, mungkin posyandu dan program KB akan digalakkan kembali. Dan mungkin uang yang dipakai untuk memerangi 'bangsa'nya sendiri bisa dipakai untuk subsidi kuliah)

Penyiar: Apakah Swiss itu negara yang egois?
Anak C: Memang iya..
Penyiar: Kenapa?
Anak C: Habisnya kita sering membuang-buang makanan. Padahal pasti banyak orang-orang di negara lain yang mau setiap piring makanan yang kita buang di tempat sampah.

(speechless)

Siaran pun diakhiri oleh pernyataan solidaritas internasional seorang anak kecil yang masih duduk di bangku SD.

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

3 Responses to “Apa kata si kecil”

RSS Feed for Another try Comments RSS Feed

Waktu gua seumur mereka apa bisa ya ksh jawaban spt itu? Sayangnya anak-anak itu akan tumbuh dewasa dan belajar bahwa dunia nyata amatlah kompleks.. It’s not that simple you know🙂

justru di lisan anak kecil, kebenaran itu bisa muncul secara… hm.. simple.

They just know, when somone else is lie.

Setuju sekali dengan mas andry. Coba kalau para pengambil keputusan bisa berhenti melihat sesuatu dari kacamata yang berbelit-belit, mungkin dunia ini pun akan jadi tempat yang simple to live in.🙂


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: