Pelarian…

Posted on August 10, 2005. Filed under: Sehari-hari - daily |

Hati sedih maunya kan melakukan 'pelarian'. Kali ini 'pelarian' saya adalah membaca Ethnonationalism: The Quest for Understanding oleh Walker Connor, diselingi dengan The Ancient Greeks oleh M.I. Finley. Bukannya mau sok intelek, abisnya bacaan waktu sedih saya, Nausicäa of The Valley of The Wind by Hayao Miyazaki, baru aja habis dibaca yang kesekian kalinya. Masak mau dibaca ulang lagi sehari kemudian? Bisa eneg…Lagian bukunya Connor itu memang musti dibaca buat bahan thesis, sedangkan buku tentang orang Yunani kuno itu musti dibaca setelah dibeliin tahun 1999!!

Pelarian yang lain adalah sibuk menyirami tanaman-tanaman pot di rumah, dan sambil ngeliatin pohon pisang pot saya yang lagi menumbuhkan daun baru. Kadang suka mikir saya ini kayak orang kurang kerjaan aja, ngeliatin pohon sambil bengong. Tapi bener lho menyejukkan hati, seneng liat pohon-pohon tersebut tumbuh dengan baik dan benar (lho??).

Pelarian ketiga adalah beres-beres rumah dan mulai masak masakan yang patut untuk dimakan (ini sih bukan pelarian, tapi melaksanakan kewajiban yang terbengkalai..hehehe). Bikin bala-bala atau bakwan sampai satu baskom guede. Abisnya banyak banget sayuran di kulkas, sayang kalau dibuang, jadilah dicampur aduk dan diudek-udek, dijadiin bakwan. Lumayan, Xaf jadi bisa dibekalin bakwan satu tupperware gede buat makan siang.

Kalo dipikir-pikir, bakwan orang Indonesia itu setaraf dengan pizzanya orang Italia dan paelanya orang Spanyol lho. Kok bisa? Karena pizza dan paela itu isinya juga campur aduk, macem-macem. Pernah sekali saya ngobrol dengan ibu-ibu di sini, mereka bilang, kadang pizza dan paela itu dibikin untuk menggunakan kembali sisa makanan yang tidak habis kemarin. Lho..lho..kok jadi ngalor ngidul ini…?

Pelarian keempat sebenarnya adalah berbelanja, tapi berhubung lagi mau nabung, jadilah belanjanya dalam hati aja. Emang bisa? Bisa dong..ngayal, penuh imajinasi dan gratis lagi..:)

Pelarian kelima, maen game dong. Tetap setia dengan World of Warcraft, Galade udah level 44 lho, walaupun suka sebel sama anggota guildenya yang suka nyuekin ratapan permohonan pertolongan Galade yang lagi berjuang bertahan hidup dibawah deraan serangan bertubi-tubi dari berbagai monster yang dihadapinya.

Pelarian terakhir, tidak bukan tidak lain adalah ngeblog! Jadilah blog saya penuh dengan 'poci-poci bang***t'. Mungkin jadi ngeganggu mata yang baca, maaf ya, abisnya namanya juga pelarian. Tapi paling enggak blog jadi ada isinya.🙂

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

2 Responses to “Pelarian…”

RSS Feed for Another try Comments RSS Feed

He3x, gua suka takjub lihat elo kalo lagi mood blogging bisa posting banyakk banget dalam waktu singkat, ck ck ck.. rupanya jadi salah satu bahan pelarian tokh.

Kalau gua ada pelarian baru pit, olahraga, lari atau berenang sampai lemes, sampai puas, efeknya jadi malah bagus deh🙂

Pelarian eloe sehat amat Wir?!! Jangan cuma dijadiin pelarian dong, lebih baik jadi hobi. Masak mau kalah dalam pertandingan tahunan kita sih? Hehehe..🙂


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: