Iklan: menjual produk atau menjual ide?

Posted on August 15, 2005. Filed under: Komentar - Passing thoughts and opinions |

Pengakuan, saya ini generasi TV! Saya ini tipe orang yang bisa terhipnotis TV selama berjam-jam sehari, dan betah 'pigging out' di depan TV sambil tiduran. Kegemaran saya akan TV sudah mendarah daging, dan setiap saya pulang ke rumah ortu pasti saya menyempatkan untuk menonton TV.

Namun setelah saya bergaul dengan para 'constructivist', thanks to my marriage to Xavier, otak saya pun sekarang secara otomatis menganalisa konstruksi sosial di balik setiap acara TV dan iklan.

Saya rasa semua orang pasti tahu tujuan iklan, yaitu untuk menjual produk yang diwakilinya. Tapi apakah semua juga sadar bahwa kadang iklan tidak hanya menjual produk, tapi juga menjual ide. Para pembuat iklan yang cerdas pasti tahu bahwa iklan bisa merubah pola pikir masyarakat, yang kemudian merubah pola belanja mereka. Dengan memanipulasi psikologis penonton, iklan pun akan mampu membuat para obyeknya untuk berpikir 'harus beli X biar keren', 'harus beli Y untuk bisa bahagia', 'harus beli Z untuk bisa dapat pasangan', dsb.

Beberapa iklan menjual ide yang mengusik otak saya yang penuh dengan pemahaman tersendiri. Pengamatan saya menyimpulkan bahwa sebagian besar iklan di TV adalah tentang produk pemutih kulit dan iklan rokok, yang mencerminkan budaya Indonesia yang menyanjungkan keputihan kulit perempuan sebagai lambang utama kecantikan dan budaya merokok di masyarakat ini.

Iya, saya sudah sadar dari jaman kuda gigit besi kalau salah satu standar kecantikan di Indonesia adalah berkulit putih. Standar yang saya benci setengah mati sebagai seorang perempuan yang berkulit gelap. Tapi saya kaget ketika menonton sebuah iklan sabun pemutih yang menampilkan seorang cowok yang cakepnya ampun ampun, yang berkeluh kesah karena susah untuk bertemu dengan pacarnya yang setelah memakai sabun pemutih tersebut jadi mulai enjoy her life without him.

Iklan ini tidak hanya menjual ide bahwa kulit putih itu cantik, tapi juga bahwa untuk bisa hidup bahagia perempuan harus cantik dan berkulit putih. Hahhhh!!! Saya baru tahu bahwa pendewaan keindahan tubuh perempuan sudah menjadi sebegitu ekstremnya di masyarakat Indonesia. Suatu ironi mengingat bagaimana ngototnya beberapa kalangan masyarakat menolak pengiriman putri Indonesia ke acara Miss Universe!

Mungkin ada yang nyepet, "ah emang eloenya aja pit yang iri karena nggak bisa berkulit putih."

Saya akan jawab, tidak berkulit putih tidak menghalangi saya untuk hidup bahagia. Masa remaja saya penuh dengan aktivitas yang menghitamkan kulit, tapi alangkah bahagianya saya waktu itu. Memang waktu itu belum banyak iklan pemutih yang menampilkan iklan agresif seperti sekarang, jadi saya pun tidak terlalu pusing memikirkan kehitaman kulit saya. Yang saya takutkan, penjualan ide bahwa kulit putih adalah jalan menuju kebahagiaan akan bisa membuat remaja putri, yang masih labil akan identitas dirinya, membenci kulit sawo matang mereka.

Mungkin benar kalau laki-laki Indonesia lebih tertarik pada perempuan berkulit putih, tapi tidak adil rasanya kalau ini berarti masyarakat harus menuntut para perempuan untuk membenci diri mereka sendiri, karena merasa mereka tidak akan bahagia dengan bagaimana mereka telah dilahirkan.

Mengenai iklan rokok, saya terus terang sering kagum akan kreativitas para adverstising team, karena tak jarang iklan tersebut berupa film pendek yang benar-benar menarik. Tapi kalau advertising team rela memberikan waktu semenit lebih memperlihatkan harimau yang sedang dibidik oleh pemburu, apa salahnya memberikan waktu lebih dari 10 detik untuk peringatan bahaya merokok? Saya sampai pernah iseng-iseng mau mencoba membaca peringatan yang selalu mengakhiri iklan tersebut. Setelah 10 kali mencoba, akhirnya saya menyerah. Saya tidak pernah berhasil membaca seluruh peringatan, padahal saya termasuk orang yang bisa membaca cepat lho.

Satu hal lagi, kenapa dalam iklan rokok tidak pernah tokoh utamanya perempuan? Padahal kan sudah semakin banyak perokok perempuan. Penolakan ide bahwa perempuan itu merokok secara tidak langsung mendukung pandangan picik masyarakat bahwa perempuan perokok itu adalah perempuan nakal. Kalau memang benar merokok bisa mengurangi stress, kenapa perempuan tidak berhak untuk melepaskan stress mereka melalui rokok?

Saya perempuan dan saya tidak merokok, tapi menurut saya merokok adalah pilihan yang tersedia bagi semua orang. Kenapa harus ada gender bias dalam budaya merokok? Kembali, tidak adil apabila masyarakat menghakimi perempuan hanya karena dia memilih untuk merokok. Iklan rokok selalu menjual ide jantannya pria yang merokok, tapi kapan dia akan menjual ide bahwa penghakiman perempuan perokok adalah sesuatu yang perlu dikoreksi?

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

17 Responses to “Iklan: menjual produk atau menjual ide?”

RSS Feed for Another try Comments RSS Feed

Namanya juga orang jualan, apapun supaya produknya laku, tapi yang gua tertarik bgt tuh tanda peringatan di akhir iklan obat, elo bener bgt, aduh pamarentah kumaha Iye??

Iklan obat atau iklan rokok wir? Perasaan gue nggak menulis tentang iklan obat deh..hehehe.

Rokok deng.. ya sama obat juga kok, yang bilangnya kalau masih berlanjut hubungi dokter itu lohh.. itu juga cepet bgt..

lha esensinya marketing kan memang adu “mindset” mbak.

iklan sampo mesti pake model yang rambutnya lurus dan luwes. padahal yang namanya cantik bisa juga ikal toh ? contoh iklan2nya Wella.

kenapa merokok kok mesti menghindari cewek sebagai modelnya? ya karena si advertiser gak mau beresiko melawan mindset kuat bahwa perokok itu bersifat “maskulin” (saya ngomong maskulin lho, bukan cowok).

just my one cent๐Ÿ™‚

Itu dia ‘mindset’, tapi kadang orang kan nggak sadar akan hal tersebut, dan menelan mentah-mentah yang dijual orang.๐Ÿ™‚

Mengenai rokok dan maskulinitas, di Eropa, remaja putri merokok malah karena menurut beberapa dari mereka merokok itu ‘sexy’ dan tentu saja ‘trendy’, tidak maskulin sama sekali. Mungkin karena inilah, angka ratio remaja putri (kadang di bawah umur 17 tahun) yang merokok sudah meroket di benua ini.

Sayang saya tidak bisa menganalisa peran iklan rokok dalam pembentukan ‘mindset’ yang berbeda ini. Habisnya iklan rokok jarang sekali di TV sini, yang banyak iklan anjuran berhenti merokok.๐Ÿ™‚

padahal krim pemutih itu sebenernya merusak kulit. Gw sering ditanya kalo main ke kedutaan, “lah kok kamu jadi item sih??”…
sepertinya mereka heran kalo kulit saya gelap, padahal memang selalu begitu. Karena ide mereka menipu otak mereka, mereka percaya bahwa wanita2 indonesia itu berkulit putih, termasuk diri mereka sendiri. Ada 2 dari wanita yg saya kenal disuntik biar mukanya putih, hasilnya…agak mendekati Casper!

Betul sekali Mbak, harusnya iklanya juga memberikan peringatan kemungkinan efek samping. Makanya saya kalau ada yang komentar tentang kulit gelap saya cukup dijawab dengan senyum sambil ngomong, “…tapi tetep cantik kan?”. Hahaha..

hai mbak pipit!
kenalan nih, aku aulia di jogja..
aku setuju banget ama tulisan mbak pipit tentang tanned skin (halah) alias kulit sawo matang.
aku adalah orang yang juga pernah mengalami sakit hati gara-gara warna kulitku! haahhh!! sebel banget kalo inget waktu temen cowok ku ngliat fotoku yang pake jilbab item.
nah, temenku itu bilang, “aulia memakai jilbab hitam karena memakai kulit hitamnya!”
terus, temen cowokku yang satu lagi niey..
kan ceritanya aku lagi ngejelasin about martin luther king kepada temenku yang satunya..eh..waktu aku bilang kalo martin luther king, jr itu kulitnya item..
temen cowokku itu malah bilang, “iya bo’ , kulitnya martin luther king tuh item, kayak nih anak!” dia bilang itu sambil nunjuk aku! ya jelas aku ngga bereaksi apapun dong karena kupikir itu juga bukan penghinaan..meskipun nada bicaranya..yah..gitulah..
eh temen cowokku itu malah bilang lagi, “lo kok ga marah sih?”
“yeee…buat apa marah? emang kulit item tuh jelek ya?”
aku semprot aja langsung! bayangin bo’, indonesia! negara tropis, gitu loh! masa’ mau maksain kulitku kayak mischa barton siih???
makanya aku setuju banget waktu orang-orang bule pada bilang, kulit sawo matang itu eksotik..huehe

dah dulu ya mbak pipit..daaggg

knp iklan rokok tidak menampilkan wanita?krn bahaya rokok menurut gue jauh lebih besar drpd pria.bisa saja para creative team menampilkan wanita,akan tetapi saya ditolak oleh perusahaan rokok yg menjadi client.dan sebagian besar konsumen rokok adalah kaum pria

Hi Mb. Pipit, saya Pande, sudah nikah dan punya istri yang berkulit gelap. Seringkali Istri ngeluh karena kulit saya lebih putih darinya, tapi saya yakinkan that’s doesn’t matter, n iseng kami berdua surf internet, nemukan Blog anda.
Bagus banget.
Anyway gak cuman iklan pemutih kulit yang bikin gondok, tapi masih banyak lagi seperti yang anda katakan di awal artikel.

Boleh saya menampilkan Link ke Blog anda di Blog saya ?

pandebaik.blogspot.com

Klo saya mah dari SMP dulu sukanya wanita yg berkulit terang, kuning langsat, bukan putih. Trus tyt kok di iklan gembar gembor bhw putih tu cantik. Wah wis… jadilah saya korban akhirnya LoL

buat semua perempuan:
1.apapun bentuk badan kmu,apapun warna kulit kamu, tinggi or pendek tubuh kamu,lurus, berombak or keritingnya rambut kamu…kmu tetaplah makhluk cantik yg diciptakan Tuhan…kamu sudah cantik dari sananya…nggak perlu embel2 standar kecantikan, kosmetik, dan sejenisnya…kmu sudah cantik….ktakan pada dirimu sendiri…”AKU SUDAH CANTIK”
2.kecantikan yg distandarisasi ama budaya, masyarakat,dan perusahaan kosmetik adalah semu dan akan berubah2 dan kamu hanyalah objek jika kmu mengikuti standar2 itu…
3. tidak ada salahnya kalo kamu ingin cantik dn menarik…tapi klo demi kecantikan kamu melakukan hal2 nggak perlu…dan hal2 bodoh…kmu hanya membuang banyak waktumu yg berharga untuk berkarya dan melakukan banyak hal yg lebih berguna dari sekedar diet, mengkhawtirkan berat badan,menimbang berapa gram yg hrs kamu makan, dan merasa bersalah setelah makan sepiring makanan penuh lemak.
3.beragam ras dan bentuk makhluk hidup termasuk manusia di dunia ini menandakan kalo Tuhan tuh kreatif dan Dia mencintai perbedaan…semuanya baik di mata-Nya.bayangkan…betapa membosankannya hidup di dunia dengan hanya melihat hal yang sama setiap hari….keunikan bentuk dan warna dari setiap makhluk hidup yang berbeda2 inilah yang membuat dunia ini indah dan penuh warna…dunia tidak akan menarik kalo makhluk hidupnya hanya satu bentuk dan satu warna saja…
4.cintailah dan terimalah dirimu apa adanya…klo kmu sudah berhasil melakukan itu…baru kamu bisa mencintai dn menerima orang lain…..God Bless You All…

menurut gue yang namanya cantik tuh di indonesia emang udeh kepatok ma langsing ma putih(bete deh)yah emang komisi penyiaran nasional molor mulu seh kerjanya!!di teve orang gendut n item slalu jadi bahan joke,lama2 nih problem bakalan ngeluap dan jadi konflik rasisme versi baru!gue setuju ma yang pipit bilang tapi gue herannya ada temen gue yang idealisnye minta ampun dia ga suka banget ma orang yang jaga penampilan,tiap hari dia ngomong ga peduli item apa ga tapi dia pake ponds whitening n walaupun matahari nyereng dengan dashyatnya dia mendingan pake jaket daripada kulitnya item jadi dalem diri orang tu sndiri mungkin dia berharap bisa putih yahh apa boleh dikata emang image cantik sekarang udah gitu ukurannya kalee

saya ingin berkomentar tentang miss universe. memang banyak yg menentang, tapi bukan karena penyanjungan kecantikan perempuan tetapi karena kalangan yg kontra tersebut berpikir negatif ketika participant harus berpakaian renang.

diem2 akhirnya ada juga yg diberangkatkan untuk jadi miss universe, saya tidak akan menyebutkan namanya sebab miss indonesia yg tampil di kontes tersebut menjadi sorotan para reporter bukan karena terseleksi, bukan karena pintar, bukan karena kehebatan apa pun tetapi justru karena miss indonesia kita saking bodohnya menjawab pertanyaan2 dari panitia.

anda akan terkaget2 dan terheran2, ada orang yg secantik itu tetapi sebodoh itu.

jadi masih ada hal lain yg patut dikhawatirkan selain berkulit putih.

setuju dg anynamous, bilang langsung aja namanya, semua org indo juga tau, si indonesia is beautiful city itu kan? haha makanya jadi miss missan itu kalo dari indonesia ya harus org indonesia jgn bule ntar otaknya kosong, ya kayang nadine itu. saya lihat sih dia emang rada bego ya, liat aja tiap muncul di infotainment dia pasti ngomongnya kacau dan gak jelas ujungnya. biasalah berlagak intelek tapi otak ?hehehe….makan tuh kulit putih. mis indonesia tapi kulit kok merah bata hahaha…mata juri lagi piknik kaliya? ato jangan2 dia nyogok lagi, indonesia kan gampang banget tuh sogok2an. untuk artis indonesia saya cinta banget desy ratnasari, kenapa? karena kecerdasannya bener2 diatas rata kalo tidak mau dibilang juara. di banding nadin? hahaha…ke laut aja…..
masyarakat indo skrg suka sama kulit putih, mungkin ada beberapa yg emang seleranya demikian. tapi itu juga tidak lepas dari tingkat kecerdasan org indo yg mempengaruhi sikapnya akan sesuatu hal. misal org indo akan lebih PD ke GYM kalo pake stelan adidas ato nike or apalah merek2 luar padahal fungsinya sama aja kan dg kaon buatan bandung yg pastinya 1000 lebih murah trus selisih harga itu bisa dipakai buat beli buku or jalan2 ke swiss.
kenapa hal itu terjadi? karena buatan luar itu adalah the best n bener2 dibuat utk orang berkelas(atas). orang indo mana sih yg tidak ingin di bilang dari kelas atas? dan itu harus dibuktiin.maka jadilah kita orang-orang yg memperkaya orang lain (merek luar). kembali ke masalah kulit putih. semua pasti tau kalo britney spears itu kulitnya putih, cantik artis terkenal klas dunia. berhenti di kulit putih. kulit putih, adalah syarat utama kecantikan karena bagian itu paling dominan terlihat or karena baju manusia adalah kulit. bagaimana dg kulit org indo yg cenderung gelap karena pengaruh iklim? apakah mereka tidak cantik? jawabnya orang bodoh dan tidak percaya diri akan menjawab, 90 persen org indonesia adalah jelek semua, karena berkulit tidak putih seperti kulit britney. tetapi orang cerdas (biasanya ini lebih bijak) akan menjawab wanita cantik itu terlihat cantik jika kita bisa mengenal darimana berasalnya. jika ia org indonesia maka tampillah sbg wanita indonesia maka kalian akan terlihat cantik dan akan dihargai.
dalam merokok, pipit kita tidak seide. merokok itukan hampir dapat dikatakan sbg ‘fitrahnya’ pria, jangan rebut lahan kami dong. sementara kalo kami merebut lahan kalian akan ada sederetan sebutan ‘manis’ akan menempel:’banci, bencong,dll’. tapi jika cewek make ‘kebiasaan’ cowok malah bangga dan dipuji2 aneh emang and tidak adil. eksampel cewek tomboy, biar hampir tidak normal tapi masih disenangi. sementara cowok kalo mau aneh-aneh terliat spt cewe…hahahaha….alamat masuk nerakalah sebelum mati.
untuk itu, biarlah urusan rokok itu tetap mjd kawasannya para cowok aja. cewe? makasih deh, kami gak ingin anak kami lahir dari cewek perokok, anak kami ntar bisa kankeran and bego. kl bokapnya bego agk apa2 asal bisa cari duit, tp kalo nyokapnya bego? adu duh…indonesia bisa tenggelam.

Iklan yang mendewa2kan kulit yang putih sebagai lambang kecantikan emang bikin bete.Padahal orang indonesia kan udah takdir dari sononya berkulit cenderung gelap,maksa2in putih malah bisa2 bikin kena kanker kulit.Memang rumput tetangga selalu lebih hijau,jadinya mungkin keseringan liat seleb2 bule atau orng bertampang indo yang berkulit terang dan cantik jadinya banyak yg mati2an mau bikin kulitnya putih.Saya punya pengalaman waktu tinggal di eropa,teman2 saya sering tanya saya pake browning lotion nomer berapa(pencoklat kulit kebalikannya kita yg suka pake whitening) atau berapa kali saya pergi ke solarium biar bisa dapat kulit secoklat saya, wah waktu itu saya jadi bangga sekali berkulit coklat.Banyak yg iri soalnya.Di indonesia sih boro boro.Mereka heran sekali waktu saya bilang di indonesia hampir semua orang berlomba2 supaya putih,menurut mereka coklat itu cantik,eksotis dan sexy.Seandainya saja orang2 indonesia bisa berpendapat kayak gitu,gak perlu lagilah gadis2 indonesia berkulit gelap minder dan bete gara2 standar kecantikan yg mengharuskan kulit seseorang putih dulu baru bisa dibilang cantik dan menarik.

ikaln adalah sebuah media Untuk memperkenalkan produk yangbersifat komersial..sekarang bukan lagi zamannya berbicara idealisme yang sempurna, tetapi apa yang harus kita lakukan untuk memperbaiki idealisme kita ya gselama ini sudah di nilai dengan uang yang membutakan kita, sampai2 kita kehilangan arah dan tujuan hidup.


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: