Tanda baca, dimanakah dikau?

Posted on August 18, 2005. Filed under: Komentar - Passing thoughts and opinions |

Pengakuan: saya sering membaca tulisan di blog saya beberapa kali. Terserah mau dipanggil self-centered atau apa, yang pasti saya membaca karena saya sadar saya penulis yang amatiran. Artinya, pasti banyak kesalahan dalam penulisan saya. Dan ternyata benar banget! Kadang saya sibuk mengkoreksi tulisan saya yang cukup amburadul. Saya rasa kebiasaan saya ini disebabkan oleh ketatnya para guru di masa SD saya dalam menilai karangan cerita setiap muridnya. Bayangkan, setiap coretan atau usapan tipp-ex akan mengurangi nilai karya tersebut.

(Pit, itu penjara atau sekolahan sih?)

Tapi satu hal yang mencolok mata saya adalah kacaunya atau absennya tanda baca dalam hampir semua kalimat di tulisan saya. Kalau saya yang baca sih biasa saja, tapi entah kenapa kok rasanya ada yang aneh.

Pernah tahu permainan memasang ekor keledai? Itu lho, permainan dimana ada gambar keledai yang besar banget tapi tanpa ekor. Terus setiap pemain harus berusaha memasang ekor kedelai..eh keledai (saya dari dulu selalu rancu akan dua kata ini) dengan mata yang diselimuti sapu tangan. Nah saya merasa pemasangan tanda baca (terutama koma) di tulisan saya seperti pemasangan ekor keledai, ngacak-ngacak, dan kadang salah posisi. Kalau guru SD saya baca tulisan saya, pasti saya sudah dikasih nilai 6.50.

Ada yang bisa bantu?

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

4 Responses to “Tanda baca, dimanakah dikau?”

RSS Feed for Another try Comments RSS Feed

tanda baca memang penting dalam penulisan. Tapi yah…kita kan nge-blog juga sambil belajar. Kalau di Spanyol, sebelum bertanya, akan di awali ¿ lalu ? begitu juga dengan tanda seru. Mungkin bagusnya lagi, orang-orang sini sangat setia dengan bahasa ibunya, hingga bahasa itu terpelihara. Walaupun banyak org2 yang sering keliru, misalnya dalam penggunanaan huruf V dan B, karena suaranya sama. Mungkin itu perkara kebiasaan seseorang aja.

Wah, kebetulan jeng Pit. ini saya sharing🙂

Di posting saya terakhir, yang banyak dialognya, saya pake aturan tanda baca dari entry ini :

http://bertanyaataumati.blogspot.com/2005/06/penulisan-kreatif-1-kreatif-beraturan.html

Dan benar, sebelum publish post memang harus dibaca beberapa kali. It’s our homework to please our *returning reader*🙂

Before You Publish, Reread You Must !

Jadi melihat2 posting sendiri, tapi syukur deh udah lumayan rapi walau masih terselip kesalahan disana-sini.

Gua juga gitu pit, terutama menit2 awal setelah di publish, kalau ada yang salah atau kurang sreg langsung diubah, tapi kalau postingnya udah berhari2, lebih baik kita buat posting baru daripada memperbaiki🙂

Selain tanda baca, juga pembagian topik pembicaraan dgn paragraf, itu menarik.

Terima kasih linknya Mas Andry ‘yoda’.🙂 Saya malah sampai kesasar ke policeyd blog. Bagus banget. Coba waktu kuliah sudah ada, pasti ujian bahasa Indonesia pun nggak perlu pakai keringat dingin dan berlinang air mata..hehehe.

Habisnya saya ingin bisa menghasilkan tulisan yang menarik tapi tetap berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Kan mencintai bahasa ibu.🙂


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: