Ide penanggulangan sampah

Posted on December 5, 2005. Filed under: Komentar - Passing thoughts and opinions, Sehari-hari - daily |

Sebelum mudik dan berpisah dengan sambungan internet ADSL yang nggak bikin hati pengen nendang layar komputer, mendingan saya nulis ide tentang sampah yang udah lama kepikiran.

Setelah "studi banding" di sini yang bersih banget, saya jadi punya ide yang mungkin bisa membantu (walaupun sedikit) masalah sampah di kota2 besar Indonesia.

Pertama, gunakanlah sampah biologis untuk pembuatan pupuk. Saya rasa sampah biologis atau rumah tangga merupakan salah satu tipe sampah yang terbanyak di Indonesia. Kenapa nggak dicoba untuk memanfaatkan sampah ini untuk pembuatan pupuk tanaman?

Salah satu caranya mungkin dengan membangun sistem penimbunan sampah di dalam tanah yang kemudian akan menghasilkan kompos. Mekanisme ini lebih baik dibuat di daerah yang dekat dengan daerah pertanian atau perkebunan. Di dekat setiap kota besar pasti ada daerah luar kota yang dimanfaatkan untuk sawah atau ladang kan? Nah dengan membangun "pabrik" kompos di daerah tersebut, petani pun bisa memanfaatkan kompos yang dihasilkan. Bagusnya sih diberi secara gratis, atau, kalaupun harus dijual cukup dengan harga minimal. Pembangunan mekanisme ini juga bisa menciptakan lapangan kerja lho. Kan bisa memberikan peluang bagi mereka yang mau mengemas kompos untuk dijadikan pupuk tanaman pot atau taman.

Untuk mendukung rencana ini, setiap rumah tangga harus mulai untuk memisahkan sampah biologis. Dan petugas kebersihan pun harus selalu menyiapkan transportasi yang mengangkut sampah biologis ini. Sistem ini pun bisa membantu kebersihan pasar tradisional. Sampah sayuran atau bahan makanan lainnya tidak dibiarkan menggunung di penampungan sampah di tepi pasar, tapi langsung diangkut ke "pabrik kompos". Dengan catatan para pengguna pasar (terutama penjual) sadar kalau mereka harus memisahkan sampah mereka. Cukup diberi penyuluhan tentang keuntungan yang mereka bisa dapat, pasar yang lebih bersih, saya rasa nggak ada ruginya bagi mereka untuk mengikuti program pemisahan sampah. Asal, tidak ada pungli2 liar dan di setiap sudut pasar disediakan tempat penampungan sampah biologis.

Kedua, gantilah kantong plastik dengan kantong kertas. Saran ini lebih bagi pemilik supermarket. Di sini setiap supermarket menyediakan kantong belanja yang terbuat dari kertas. Kuat banget..serius. Saya sering bawa buku kuliah pakai kantong kertas ini dan kadang sampai 20 buku tetap kuat. (Buku saya tebelnya bisa dibuat bantal kadang)

Keuntungan sistem kantong kertas ini ada banyak.

1) Mengurangi jumlah kantong plastik yang beredar di pasaran yang kemudian bertebaran di jalan atau penampungan sampah. Plastik memerlukan waktu yang lebih lama daripada kertas untuk terurai secara alami.

2) Kantung kertas ini berhubung sangat awet, kuat, dan praktis, dapat digunakan kembali. Jadi bagi para pelanggan, mereka bisa menggunakan satu kantong kertas selama berbulan-bulan sewaktu berbelanja. Ini artinya menghemat sumber daya. Pihak supermarket pun bisa mengurangi pengeluaran pembelian kantung plastik.

3) Berhubung kantung kertas ini tidak disediakan secara gratis, pihak supermarket pun nggak akan rugi. Terlebih lagi, di kantung kertas ini bisa dipenuhi dengan berbagai iklan supermarket. Di sini contohnya, setiap beberapa bulan sekali gambar temanya diganti, dan tentu saja logo supermarket sangat mencolok. Artinya, iklan gratis!

4) Apabila kantung kertas didesign dengan apik dan menarik, para pelanggan pun akan menggunakan kantung kertas tersebut untuk berbagai keperluan. Ini tentu saja membantu pemasaran supermarket yang mengeluarkan kantung kertas tersebut tentunya. Contohnya, siapa sih yang nggak bangga kular kilir sambil menenteng kantung kertas belanjaan berlabel Gucci, Armani, atau Manggo. Nah supermarket pun bisa melakukan hal yang sama. Kantung kertas berlabel Matahari, Ramayana, atau Carrefour (ada di Indo nggak sih?) asal apik dan kuat bakal ditenteng-tenteng kemana aja.

Intinya, kantung kertas akan menguntungkan konsumen dan produser. Konsumen bisa mendapatkan media untuk membawa berbagai keperluannya, dan produser mendapatkan uang dan pemasaran gratis. Plus, alam pun jadi kurang terbebani oleh sampah plastik.

Ketiga, kurangi penggunaan atau gunakan kembali kantung plastik. Di sini banyak teman-teman saya yang menggunakan kembali kantong plastik mereka. Terkadang mereka menyimpan kantong plastik dari supermarket untuk belanja mereka berikutnya. Dan bagi mereka yang benar-benar perduli lingkungan, mereka menolak untuk memakai kantong plastik. Kadang mereka menaruh belanjaan mereka di tas ransel. Pas saya tanya mereka biasanya menjawab, "gue lupa kantung kertas gue di rumah, dan gue nggak mau pakai kantong plastik pit. Polusi."

Jadi kenapa nggak dicontoh? Siapkan selalu kantung plastik di dalam tas, dan ketika berbelanja cukup masukkan belanjaan ke kantong plastik yang sudah disiapkan. Tidak perlu meminta kantong plastik baru. Mengurangi penggunaan kantong plastik artinya mengurangi sampah kantong plastik.

Keempat, gunakan kertas dengan maksimal. Strategi yang bisa digunakan bermacam-macam.

1) Di kantor, kertas print yang gagal jangan langsung dibuang. Kenapa nggak dikumpulkan rapi-rapi dan bisa digunakan kembali untuk print draft surat atau dipotong-potong untuk dijadikan memo? Dengan catatan print out yang di kertas nggak membongkar rahasia perusahaan. Kertas pun tidak terbuang percuma dan perusahaan bisa menghemat membeli kertas-kertas kecil memo yang harganya cukup bikin geleng-geleng kepala.

2) Sehabis tahun ajaran baru, kadang buku tulis yang digunakan oleh pelajar tidak habis (pengalaman pribadi). Lembaran buku yang kosong bisa digunakan kembali untuk membuat buku tulis.

Saya pernah coba sendiri dan hasilnya lumayan lho. Cukup kumpulkan lembaran-lembaran buku tulis kemudian dijilid. Untuk mereka yang kreatif bisa mencoba membuat sampul buku yang menarik (salah satu kegiatan yang bisa dilakukan di kelas bersama). Kemudian sisi-sisi buku cukup dirapikan dengan pisau pemotong kertas. Buku-buku daur ulang ini pun bisa dipakai kembali atau dibagikan kepada mereka yang kurang mampu. Mengurangi sampah dan menambah amal.

Sebenarnya masih ada ide-ide lain yang terpikirkan. Tapi saya harus siap-siap kalau nggak mau ketinggalan pesawat. Nanti disambung lagi deh…atau ada yang mau berbagi ide?

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

18 Responses to “Ide penanggulangan sampah”

RSS Feed for Another try Comments RSS Feed

Masalahnya pertama, klasik banget, apa pun namanya gak ada daerah ysang rela dijadikan tempat pengolahan sampah, spt kasus apa tuh yang di jawa barat dan bekasi? Buntut2nya demo dan pengerusakan infrastruktur nya.

Masalah kedua, mulai dari pengumpul sampahnya juga udah gak bener, dari cerita teman2 di bandung, trus rumah bintaro dan di lampung kadang berhari2 gak datang sampai sampah numpuk, lah gimana mau disiplin boro2 mau menjalankan program pemisahan sampah.

Yah semua nya salah sih, tapi nggak bisa juga di comnpare ke swiss atau sgpr ya, dimana kesadaran penduduk nya sudah tinggi2, didukung peraturan yang konsisten, didukung andil pemerintah yang amat kuat, kita belum punya satu pun dari itu.

Untuk indonesia, pemecahannya dimulai dari satu titik. Perut rakyat mesti kenyang dulu, kalau buat makan aja susah gimana mau punya kesadaran buat yang lain2.. environment nya jadi fokus untuk survival buat diri sendiri aja. Just my two cents🙂

Happy holiday!

Hi Pit :))
(Kaya yang kenal aja he..he..he..)
Gw jadi ingat di Jepang, buang sampah kering dan basah kantongnyapun khusus dibeli di supermarket, kalo coba-coba buang sampah pake kantong ilegal dijamin kagak bakalan ada yang ngangkut trus ditanyain pak RT “Dare iki sing throwing gomi neng kene?” >> “Tuing atuh?!” Hehe canda. Bagaimana yah bangsa kita menjadi bangsa yang berkarakter, filem shinchan aja yang gambarnya coretmoret aja bisa idup kalo punya karakter. Trus sinetron Indonesia yang WUUIH gile efek animasinya keren ceritanya serem-serem ato tragis sama sekali kagak ada nyawanya.(Sinetron Sampah)
Hidup Persib

Gue inget waktu kuliah tingkat satu, pernah bantuin temen kost gue untuk bagi2in kardus di depan kasirnya Hero. Jadi kita minta mereka untuk mengganti kantong plastik dengan kardus yang kita sediakan. Rata2 pada mau tuh. Berarti tinggal lifestylenya aja di rubah nih, dan perlu campaign!

Kalo saya mulai dari diri sendiri. begitu melihat banyak kantong plastik menumpuk, sekrng kalau belanja di supermarket, saya bawa tas/troley – sehingga saya tidak menggunakan kantong plastik, kalaupun kurang tempat, saya bawa kantong dari rumah.

Betul kata Wira tadi, tapi sebenernya itu itikad dari pemerintah.
Kalau saja televisi lebih mendidik, masyarakat sedikit demi sedikit akan sadar…
tinggal si penguasa yang mau bergerak atau tidak.

tempo hari pernah ada rekan yang berusaha masukin proporsal alat incinerator yang sekaligus berfungsi sebagai thermal power generator di kota saya. Sayang terjegal masalah ‘politis’.

Ternyata sampah juga masih bisa diambil manfaatnya, sebagai pembangkit tenaga listrik

Wira: Wir, belum adanya infrastruktur dan kesadaran yang mendukung pengelolaan sampah yang baik bukan berarti kita harus terus menunggu orang lain atau pemerintah untuk bergerak duluan kan? Kalau terus nyalahin yang lain kapan mulainya dong. Seperti kata naga, musti mulai dari diri sendiri.

Masalah perut yang utama, bener. Tapi kalau pengelolaan sampah yang baik malah bisa menghasilkan uang, itu berarti membunuh 2 burung dengan satu batu kan? Penyelesaian masalah perut bisa dilaksanakan berbarengan dengan masalah yang lainnya.

Uinx: Kenalan dulu atuh. Masyarakat Indonesia berkarakter kok. Cuma kalau masalah yang kotor-kotor senengnya menunggu yang lain untuk membersihkannya.

Ollie: Setuju banget ‘lie. Yang penting kampanye! Kesadaran masyarakat bisa dibangun dengan kampanye yang gempar. Wong program KB yang notabene menentang tradisi masyarakat aja bisa berhasil dengan kampanye yang gempar, apalagi masalah penanggulan sampah yang jelas-jelas menguntungkan semua pihak.

Naga: Itu dia, harus dimulai dari diri sendiri. Udah tahu pemerintah masih lumpuh total kayak habis kena stroke, kenapa juga harus terus diandalin.

Doeljoni: What a shame! Pemerintah memang suka dodol, kurang bisa memahami kebutuhan masyarakat. Kalau ada proposal yang menguntungkan masyarakat tapi nggak menguntungkan dirinya sendiri, dicap nggak berguna. Kadang suka bertanya, definisi mereka tentang masyarakat itu apa ya..terbatas pada keluarga dan kroninya sajakah?

Menurut berita di internet, Singapura membutuhkan waktu 30 tahun untuk membentuk masyarakat sadar sampah seperti sekarang ini. Dan itu belum semuanya sadar sampah, tetapi hampir semuanya.

Nah, biar gk ketinggalan, ayo mulai dari sekarang kita galakan sadar sampah di Indonesia

INOVASI BARU PENGOLAHAN SAMPAH ” ACELERATOR OKSIDASI ION DENGAN MAGNET ” Bukan INCINERATOR

Sebuah alat untuk pengolahan sampah, alat ini tidak menggunakan bahan bakar ataupun listrik untuk mengoperasikannya, bahan bakarnya adaalh sampah itu sendiri. Alat dengan kontruksi sederhana ini tidak memerlukan biaya maintanance, yang lebih hebatnya lagi alat ini mempunyai Running cost = 0.Tidak menghasilkan gas beracun/ tidak mencemari udara.Alat ini ramah lingkungan.
Hampir semua sampah dapat diolah dengan alat ini.Kapasitas dari alat ini adalah 60-200kg/hari. Hasil dari material sampah semuanya bermanfaat untuk industri pertanian, sebagai pupuk dan disinfektan.
Sekali lagi Alat ini BUKAN INCINERATOR.
Email: abdi_asra@yahoo.com
Hub:08562203657

ide bagus, ditambah pengalaman pribadi, jado kmplit deh.
sebenarnya tadi saya juga mau nulis tentang sampah, trus search di google ketemu blog anda, isinya mantap, penuh ide.
itu saya rasa cukup dari anda selaku individu, kalau mau perubahan memang harus dari individu dulu kan?
jadi saya tidak akan mengkritisi ide cemerlang anda ini, tinggal kita yang memfoward tindakan ini, mensosialisasikannya, semoga di kemudian hari ada perubahan untuk indonesia tercinta. butuh proses yang lama kalau tidak mau disebut butuh waktu. memang butuh dukungan buanyaaaak orang dan tindakan riil, tapi salut, anda sudah memulainya!
tanks for the great inspiration!
nb: saya ada rencana ngepost yang serupa dengan tulisan anda, sambil belajar nulis,

hallo pit saya juga punya beberapa ide mengenai
sampah sekitar kita. Mungkin ibarat kita mandi
kalo kita sabunan mana dulu yang harus dibersih
kan tentunya dari kepala kan?? begitu juga de-
ngan kebersihan sampah kita, kalo kita mau negara
kita bebas dari sampah ya pemerintah memang ha-
rus lebih aware dan lebih mengantisipasi masa-
lah sampah secara serius. Karena kalo hanya ki-
ta” aja yang peduli sulit juga ya, ibarat mandi
hanya bisa kaki doang yang dibersihkan. Tapi nga
apa” kita memang tidak boleh menyerah, saya juga
dirumah mulai memisahkan sampah organik dan non
organik. Biarpun usaha saya masih sedikit tapi
saya mulai sadar pentingnya masalah sampah bukan
tugas pemerintah atau tukang sampah, melainkan
harus dimulai dari diri kita sendiri.

lg bikin proyek buat mempopulerkan penggunaan kantong kertas di kalangan mahasiswa nih
bisa ngasi info ga, gimana cara bikin kantong kertas yang kuat. bahan-bahanya apa n kalo bisa yang mudah di dapat
tolong bantu y

jangan bertele-tele!!!

solusi menggunakan kantong kertas sepertinya kurang pas, karena harus memproduksi kantong kertas yang banyak, dan diperlukan banyak kayu untuk produksi tersebut. akhirnya akan terjadi eksploitasi kayu.

mungkin ada ide yang lebih baik dari itu

thank’s for the information, it will help me in adi wiyata

ketemuan yuk .. kita buat kegiatan yang oke. kita bisa manfaatin temen” dari Pramuka untuk langsung terjun membantu. kita punya kegiatan di Banjarsari IV Pondok Labu- Jakarta Selatan. Saya sudah menghubungi RT 09/03 pondok labu untuk jadi pilot projectnya. Jujur saya pusing banget ngeliatin sampah di lingkungan masyarakat. Habis lebaran kita bangkit dari ketidak pedulian terhadap lingkungan. ingat bumi ini titipan anak cucu bukan punya kita sekarang. Ngandelin pemerintah mah sama aja ngarep ampe kiamat.

mantap tuh ide idenya? tapi gmana ya terkadang kalau cuma ide doang sih agak susah melakukannya. yang jelas gimana sih cara agar membuat kita terbiasa membuang sampahpada tampatnhya.
Berprilaku bersih dimanapun kita berada. So jangan biarkan sampah tergeletak di lantai atau jalan.. he.. hee..

keren gan idenya, bisa nambah materi buat karya ilmiahku nih. thanks yeah


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: