Sekelumit tentang Swiss

Posted on January 5, 2006. Filed under: Jenewa - Geneva |

Mencoba menjawab pertanyaan Macchiato tentang Swiss, sekarang saya mau cerita sedikit tentang negara kecil mungil ini. Terus terang saya nggak tahu banyak tentang negara ini. Bukannya tidak tertarik, tapi kewalahan. Swiss negara kecil tapi sistem pemerintahannya sangat kompleks dan rumit.

Swiss adalah negara federal yang berdiri pada tahun 1848. Swiss menganut sistem demokrasi langsung, dan pemerintahannya terdiri oleh 7 anggota yang dipilih oleh Federal Assembly. 7 anggota ini adalah kepala dari 7 departemen utama pemerintah. Kalau dianalogikan dengan sistem Indonesia, bisa dibilang kalau mereka itu adalah 7 menteri. Lucunya, ketujuh orang ini bergiliran untuk menjadi presiden.* Jadi tidak seperti di Indonesia dimana Presiden kedudukannya lebih tinggi daripada menteri, di sini Presiden lebih berfungsi sebagai perwakilan dari para ketujuh pemimpin negara ini. He or she is one among equals. Berhubung mereka bergiliran menjadi Presiden, setiap tahun presiden Swiss berganti.

Kalau US terbagi dalam beberapa 'states', Swiss terbagi dalam 26 'cantons'. 17 canton adalah canton Swiss-Jerman (berbahasa Jerman), 4 canton Swiss-Romande (berbahasa Perancis), 1 canton berbahasa Itali (Ticino), 3 canton bilingual Perancis-Jerman, dan satu canton (Graubünden) trilingual Jerman, Italia dan Rumantsch.*

Betul..di negara ini bahasa nasionalnya ada empat. Swiss-Jerman (sedikit berbeda dari Jerman), Perancis, Italia, dan Rumantsch. Tapi hanya tiga yang mempunyai status bahasa resmi, Jerman, Perancis, dan Italia. Setiap canton berhak menentukan sistem pelajaran bahasanya, tapi setiap canton harus mengajarkan second national language dari sekolah dasar. Jadi di Swiss-Jerman, pelajaran bahasa Perancis wajib dari umur 9 tahun. Di Swiss Perancis, bahasa Jerman juga mulai diajarkan dari umur 9 tahun. Di Swiss-Italia, anak sekolah harus belajar bahasa Jerman dan Perancis, tapi boleh melepaskan bahasa Perancis ketika mulai belajar Bahasa Inggris pada tingkat 8.*

Kalau ada yang tanya, bagaimana orang Swiss yang berbahasa ibu lain berkomunikasi dengan satu dan lainnya. Idealnya setiap orang Swiss minimal bisa mengerti satu bahasa nasional lainnya, namun banyak orang Swiss-Romande atau Swiss-Italia yang tidak bisa berbahasa Jerman, terlepas berapa lamanya bahasa ini diajarkan di sekolah. Teman-teman saya mengeluh tentang rumitnya bahasa ini dan sistem pengajarannya yang tidak menarik dan edukatif. Kalau sudah begini, biasanya Inggris menjadi alat komunikasi. Penguasaan bahasa Inggris naik pesat, terutama di kalangan pelajar, dan di dunia profesional, Inggris sudah hampir menjadi keharusan.

Terlepas dari 'masalah' komunikasi antar canton yang berbeda bahasa, budaya multilangual membuat hampir seluruh produk mencantumkan label dalam bahasa Jerman, Perancis, dan Italia, atau minimal Jerman dan Perancis. Seluruh dokumen resmi selalu diterjemahkan dalam bahasa yang digunakan di canton bersangkutan. Budaya multilingual ini sangat menarik bagi saya. Tanda-tanda di transportasi antar kota (seperti kereta) selalu dalam 3 bahasa. Uang kertas mencantumkan nilai uang dalam 4 bahasa dan di beberapa pengumuman penting atau dokumen publik, nama negara Swiss pun dicantumkan dalam 4 bahasa, Schweiz – Suisse – Svizzera – Svizra.*

Saya pernah tinggal di canton yang bilingual, Fribourg. Cukup aneh! Bayangkan, semua tanda di jalan terdiri dari dua bahasa, dan orang dengan gampangnya bicara dalam 2 bahasa. Fribourg pun terbagi dua, antara daerah berbahasa Perancis dan daerah berbahasa Jerman, tanda perbatasannya sebuah jembatan tua. Berhubung canton ini bilingual, biasanya mahasiswa asing yang mau belajar di Swiss akan dikirim ke canton ini untuk belajar bahasa Jerman atau Perancis. Seperti halnya saya waktu baru dateng. Ribetnya, temen sebelah kamar saya di dormitory waktu itu dikirim untuk les Jerman. Dia orang Korea dan tidak bisa berbahasa Inggris. Jadi sering banget kita berdua mati kutu ketika harus berkomunikasi, saya hanya bisa bahasa Inggris dan Perancis, dia hanya bisa bahasa Korea dan Jerman. Jadi kita pun berbahasa isyarat!

Sistem federasi memberikan autonomy buat setiap canton dalam hal pemerintahan. Seperti dijelaskan oleh swissworld.org, "Each canton has its own constitution, its government, its parliament, its courts and its laws, though they must, of course, be compatible with those of the Confederation. The cantons enjoy a great deal of administrative autonomy and freedom of decision-making. They have independent control over their education systems and social services, and each has its own police force. Each canton also sets its own level of taxation."*

Beda banget kan dengan Indonesia, yang semuanya ditentukan oleh pusat. Di sini canton punya peranan yang sangat penting, dan pemilihan cantonal parliament dianggap sama pentingnya dengan pemilihan anggota kabinet pusat. Lucunya karena pendidikan ditentukan oleh canton, antara canton yang satu dengan yang lainnya kadang lama sekolah tidak sama. Ada yang SMA sampai 4 tahun dan ada yang SMA cuma 2 tahun. Jadi kadang ketika mereka bercampur sewaktu kuliah (karena banyak yang pindah canton untuk melanjutkan kuliah), umur para pelajar baru pun beragam. Jenewa sendiri termasuk salah satu canton yang pendidikan dasarnya cukup lama.

*Narasumber: Swissworld.org
**Picture by Ricardo de la Riva at Genève Tourisme

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

4 Responses to “Sekelumit tentang Swiss”

RSS Feed for Another try Comments RSS Feed

Apa nggak terlalu rumit ya untuk negara sekecil itu, trus dibagi2 dalam canton pula, secara geografis pasti juga kecil2 dong cakupan wilayahnya?

Sepertinya itu sistem udah mengakar dan turun temurun ya pit?

Secara etimologis (benerkah istilahnya, bah je m’en fous) bhs Inggris sepupuan dengan Jerman dan seringkali saya dibisikin, you shoulda learnt German first it’ll be easy to pick up. Easy my royal arse. Setidaknya dengan FR, setengah vokabulari-nya telah menginfiltrasi ENG. Setidaknya dengan IT, setengah dari gramatika dan vokabulari-nya sepaham dengan FR. Bah … the ripple effect n’est-ce pas?

Dan teman SUI-romand saya pun berujar, j’hais l’allemand aah c’est vraiment mauche (dahi meringis)… je te conseille de ne pas l’apprendre – JAMAIS! LOL

Usul buat para Suisses: mengapa tidak mengopi kisah sukses Luxembourg, yang penduduknya bicara Luxembourgeois (hibrid FR-GER, hum) mengerti FR, GER, dan ENG pun meluas. Tapi dengan sejarah mereka yang telah ribuan tahun super netral dan makmur gemah ripah, mungkin sulit untuk menanggalkan resep sukses alla suisse.

Baru tahun lalu (atau 04?) Suisse bergabung dengan pbb. hihi, dan mereka masih bersikukuh berada di luar pagar Uni Eropa. Menengok dan menengadah ke tetangganya saja, alternatif yang lebih baik daripada melihat standar wage mereka menurun atau menyaksikan satu persatu job lokal mereka dirampok warga eropa non-Suisse.

+++++++
Seorang Korea yang bisa bicara Jerman tapi tidak Inggris, LOL, ah dunia memang semakin menggila.
+++++++

salut a+
espresso.over-blog.com

Ugh … Really really reminds me of someone …😉

Hi blh kenalan ndak??? Aku kemungkinan bln january akan pindah ke geneve. Kl bisa tau lbh byk lg ttg geneve, wah aku senang sekali.
email me: dsuryandari@gmail.com
thanks


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: