Pipit = serius = membosankan

Posted on August 9, 2006. Filed under: Pribadi - Personal |

“Pit, kok blog eloe kayak kuliah sih? Serius amat! Nggak berubah nih, pelajaran melulu.” Begitu komentar singkat salah satu teman baik saya sewaktu akhirnya berhasil saya paksa membaca tulisan saya.

Saya yang dikomentarin cuma bisa merenung dan menghela napas.

Lagi jalan-jalan ngalor ngidul sambil jelalatan melihat-lihat etalase toko yang dipenuhi dengan tulisan “Soldes” (diskon, red), teman Philipina saya tiba-tiba nyeletuk

“Look at that suit, it’s so you.”

“Why?”

“It’s so you, serious, sharp and formal.”

Jadi inget waktu teman baik saya di Indonesia dengan semangat menunjuk sepasang sepatu formal, sederhana, dengan hak rendah sambil bilang, “Pit, sepatu eloe banget nih.”

Sama juga sewaktu mama sibuk memilih model kebaya untuk saya untuk acara keluarga, pacar adik saya yang kebetulan nganterin dengan santainya bilang, “Kak pipit dipilihin model yang paling sederhana aja. Kan dia senengnya yang sederhana.”

Duh..kenapa sih saya selalu diidentikkan dengan kata serius, pelajaran, formal, sederhana (plain would be in English) yang sangat bisa diinterpretasikan sebagai membosankan.

Kadang pengen bisa dianggap sebagai seorang yang lucu, menghibur, menyenangkan, dan santai. Pengen bisa menulis hal yang ringan-ringan, atau menjalani hidup dengan ringan. Pengen bisa berada di kerumunan tanpa secara otomatis melihat sekeliling dengan kaca mata pengamat sosial. Atau sekedar mengikuti arus tanpa mempertanyakan darimana arus itu berasal dan mengapa saya harus mengikutinya.

Tapi salah saya juga mungkin. Saya memilih untuk terlibat dalam berbagai kegiatan yang tidak bisa dibilang santai atau menghibur, tapi lebih ke kegiatan yang membuat saya lebih tahu dan akhirnya membuat kepala saya semakin penuh dengan berbagai pertanyaan dan renungan yang tidak ada habisnya.

Bayangkan, musim panas seperti ini bukannya diisi dengan liburan, saya malah sibuk berpartisipasi di acara diskusi yang membuat saya jadi tahu tentang berbagai masalah yang menimpa para indigenous people di seluruh dunia. Hari-hari saya pun dipenuhi dengan membaca berbagai laporan tentang penderitaan dan penyiksaan yang dialami oleh para indigenous people, mendengarkan permohonan mereka akan penghormatan hak asasi mereka, atau melihat gambar dan rekaman yang membuat siapa pun mempertanyakan kemanakah rasa kemanusiaan telah terbuang.

Ah…mungkin sudah nasib saya untuk menjadi orang yang membosankan dan menjalani hidup yang ‘membosankan’ pula.

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

13 Responses to “Pipit = serius = membosankan”

RSS Feed for Another try Comments RSS Feed

Pipit is a very smart and attractive woman, whose life making me jealous๐Ÿ™‚

mungkin “kegiatan yang membuat saya lebih tahu dan akhirnya membuat kepala saya semakin penuh dengan berbagai pertanyaan dan renungan yang tidak ada habisnya” adalah kegiatan yang “santai atau menghibur” untuk seorang pipit.๐Ÿ™‚

so, as long as you enjoy what you’re doing…๐Ÿ˜‰

selama yang menjalaninya tidak merasa bosan ya gak masyalah, too? yang penting jeng pipit bahagia!๐Ÿ˜‰

Kupikir mbak Pipit nyindir aku hihihi… (sok GR banget). Gak masalah kan, kita jadi mudah dicirikan hehehe (membela diri).

apa ungkapan/kritikan “kita selalu serius” justru menjadi pembuktian bahwa masyarakat kita ga pernah serius? LOL…

hey.. whats wrong being different๐Ÿ˜€
Everybody is unique
and we can only be our self…

long live pipit !

Ollie: Aduh..ollie, saya jadi tersipu-sipu. Baik banget deh. No need to be jealous, a writer’s life must be a great one!๐Ÿ™‚

Mahli: Mungkin ya, tapi kadang suka capek juga. Tapi kalau disuruh santai-santai pun juga nggak bisa, baru 2 hari udah pengen cari aktivitas baru.

Loucee: Tul…tul, saya sih nggak bosen dengan kesibukan saya. Tapi bosen diidentikkan dengan ‘dunia dalam berita’. Pengen sekali-kali dianalogikan dengan ‘ketoprak humor’, menghibur..hihihi.

Lita: Dohh…nggak nyindir kok. Ini kan curhat..curhat. Bener.

Iya Lit, emang terharu juga temen-temen pada tahu ciri dan ‘gaya’ saya. Kan artinya mereka perhatian.๐Ÿ™‚

Hedi: Hihihi..ada-ada aja deh. Nggak setuju ahh kalau ada yang bilang masyarakat kita tidak serius. Banyak kok yang serius, terlalu serius malah. Buktinya masalah dangkalnya bahasa Inggris Putri Indonesia aja sampai heboh..hihi.

Doeljoni: Nothing is wrong with that. I’m just thinking about how would it feel to be different in another way.

Long live Doeljoni!

mbak Pipit ini kayaknya terbentuk dari adonan yg menarik deh; si perenung & pemikir yg menyenangkan & menceriakan (asal nuduh)
dan sptnya orang2 menilai mbak Pipit dalam suasana yg timpang deh ya; kala yg terlihat adl nuansa keseriusan๐Ÿ™‚

Guntar: Memang saya kue pakai ada adonannya segala? hihihi…

Mungkin adonannya perlu dirubah, perlu ditambah bubuk keceriaan dan mengurangi takaran renungan.๐Ÿ™‚

Buat gua elo sama sekali bukan orang yang membosankan kok Pit. Cuma kadang2 emang agak terlalu serius dalam memandang sesuatu, tepatnya amat kritis. Oya satu hal lagi, sederhana = elegan.

Pit,
Menurut gue loe itu unik, dan buat gue orang unik itu selalu menarik. Menurut gue pula, sesuatu yang serius itu gak musti identik dengan membosankan koq. So, just the way you are, you are you with the unique of you!–>

hey, kamu tuh wanita paling menarik, unik dan serdas yang tidak pernah saya kenal.
be your self aja………
n terus buat tulisan ya , saya seneng bgt baca tulisankm

haloo mba pipit..
Namaku astrid, baru mau lulus Psikologi dari salah satu uni negri di Indo…
Dah beberapa blog Mba pipit yang kubaca..
menurutku kita orang Indonesia terlalu banyak mempunyai pemikiran kalau orang yang Cool and Funky itu orang yang punya baju trendy, mobil mewah, jalan-jalan ke luar negri sehingga orang yang pintar (except you’re already 40something) ga dianggap keren. Orang yang benar-benar peduli tentang negara lebih dianggap sok2an.Walau banyak juga yang benera sok peduli padahal ujung2nya duit..
Ya dilematis menurut aku sih…
Tapi menurutku segala Blog Mba Pipit itu inspiring…
dan kritik2 Mba akan indonesia memang lugas dan tajam, but i guess it’s right..
if it’s possible and diperbolehkan aku pengen tukar some thought sam Mba Pipit… and some advice maybe…
thank udah mendengar komen ku..
mudah2an dibalas thanks….


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: